Pada tahun 1494, Luca Pacioli (hidup
sekitar 1445-1514) mengutarakan suatu pernyataan yang berani di dalam
bukunya yang berjudul Summa de Arithmetica, Geometria, Proportioni et Proportionalita,
yaitu mustahil bagi kita untuk menyelesaikan suatu persamaan kubik.
Sepuluh tahun kemudian, terbukti bahwa Pacioli salah. Hal ini dibuktikan
oleh Scipione del Ferro (1465-1526) yang mampu persamaan depressed cubic, yaitu persamaan kubik yang tidak memiliki derajat dua. Bentuk umum depressed cubic adalah sebagai berikut
dengan
dan
tidak negatif. Trik dari del Ferro adalah memisalkan
yang disubstitusikan ke persamaan (1):
Misalkan lagi
, kita dapatkan
dan
Jika persamaan (2) dimasukkan ke dalam persamaan (3) untuk menghilangkan
, kita dapat tuliskan
Sekilas, menyelesaikan persamaan (4) terlihat sulit. Namun, persamaan ini memiliki bentuk kuadratik untuk
sehingga dengan menggunakan rumus ABC bisa kita peroleh
Ambil bagian yang positif saja, nilai
menjadi
Dengan cara yang sama, didapatkan
Karena solusi dari persamaan (1) adalah
, kita masukkan nilai
dan
,
Perhatikan karena
dan
bernilai positif, secara eksplisit dapat diketahui bahwa nilai
di persamaan (5) selalu bernilai riil. Namun, jika
bernilai negatif, persamaannya menjadi seperti berikut
Dan bagaimana jika
? Hal ini tidak dibahas oleh del Ferro, karena ia sendiri kebingungan.
Tiga puluh tahun setelah persamaan ( 6)
muncul, Rafael Bombelli (hidup sekitar 1526-1572) melihat ada yang aneh
dan paradoks dari persamaan ini. Jika
,
persamaan ini pastilah memuat bilangan kompleks yang perlu
didefinisikan dengan cara yang baru dan radikal sebagai suatu kelas
bilangan tersendiri.
Sebagai contoh, Bombelli menyadari
memiliki solusi [dengan menggunakan rumus persamaan (6)]:
Ketika Bombelli berjuang menyelesaikan paradoks ini, dia menemukan sebuah “ide gila”, yaitu dengan memisalkan
dan
(catatan: “ide gila” ini sekarang disebut konjugat dari suatu bilangan kompleks).
Selanjutnya, untuk melihat nilai
dari
, Bombelli perlu menghitung
sehingga diperoleh
. Dengan demikian,
Sayangnya, ide brilian Bombelli
tidak dapat diterima pada masa itu. Meski demikian, cukup jelas bahwa
Bombelli sudah membantu membuka jalan untuk memahami bilangan kompleks.
Pada tahun 1685, John Wallis adalah orang pertama yang mencoba mengaitkan bilangan kompleks dengan grafik. Sumbu-x adalah bilangan riil dan sumbu-y
adalah bilangan imajiner. John Wallis menyatakan bahwa bilangan
kompleks hanyalah sebuah titik pada bidang, tetapi pendapatnya pun
diabaikan. Pada tahun 1777, Euler menegaskan
sehingga bilangan kompleks dapat lebih mudah dipahami.
Akhirnya, sekitar tahun 1804, ada
ilmuwan yang setuju dengan pendapat John Wallis mengenai grafik bilangan
imajiner, yaitu Abbe Buee. Kemudian, tahun 1806, Jean Robert Argand
menuliskan bagaimana cara menggambar bilangan kompleks pada bidang, yang
sampai sekarang bidang ini disebut dengan diagram Argand. Carl
Friedrich Gauss membuat ide diagram Argand semakin populer pada tahun
1831. Gauss juga yang menyebut notasi milik Descartes
sebagai bilangan kompleks.
Di masa modern saat ini, bilangan imajiner
(sebagai bagian dari bilangan kompleks) memiliki manfaat yang sangat
beragam. Para insinyur menggunakannya untuk mempelajari resonansi.
Bilangan kompleks juga membantu kita untuk memahami aliran fluida di
sekitar benda, seperti aliran air di sekitar pipa. Selain itu, bilangan
kompleks digunakan pada sirkuit listrik dan membantu mengirimkan
gelombang radio. Dapat kita bayangkan, jika tidak ada
,
kita tidak mungkin bisa bercakap-cakap melalui telepon ataupun
mendengarkan siaran radio. Maka, bersyukurlah bilangan kompleks telah
didefinisikan!
Alhasil, seperti yang telah kita lihat,
bilangan kompleks memiliki kegunaan yang melampaui sangka kita. Sejarah
bilangan kompleks pun memang sangat kompleks, dengan dipenuhi oleh
matematikawan yang tidak percaya dan sebagian matematikawan lain yang
berusaha meyakinkan bahwa bilangan kompleks itu nyata. Mungkin kita
perlu berterima kasih kepada matematikawan yang terdahulu karena kita
sekarang dapat menggunakan bilangan imajiner secara bebas tanpa jadi
bahan tertawaan.
(Sumber : http://majalah1000guru.net/2014/05/bilangan-kompleks/)
0 komentar:
Posting Komentar